Welcome

Selamat datang di blog Aulia Jannah. Kunjungi juga Blog saya di “www.belanjanbisniswithaulia.blogspot.com"

STAIN Samarinda is the Best

Assalamualaikum Wr. Wb.

Senin, 30 April 2012

Motivasi Belajar dari Salah Satu Dosen STAIN SAMARINDA


MOTIVASI BELAJAR ALA IBU FATHUL JANNAH

Sebelum memasuki pada pembahasan, mungkin sebagian teman-teman ada yang belum mengenal siapa ibu Fathul Jannah. Beliau adalah salah satu Dosen di STAIN Samarinda. Khususnya, beliau mengajar kelas kami yaitu di lokal J dengan jurusan Tabiyah dan Pendidikan Agama Islam 3 (PAI 3) pada semester 3. Ibu Fathul mengajarkan pada PAI 3 dengan mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam sekaligus Sejarah Peradaban Islam. Belum lagi beliau juga mengajarkan beberapa mata kuliah di lokal-lokal lain terutama di semester 3. Ibu Fathul mengajarkan mata kuliah Sejarah Peradaban Islam di lokal PAI 1 dan 2. Kemudian, mengajarkan mata kuliah DDK (Dasar-dasar Kependidikan) kepada mahasiswa program studi KI (Kependidikan Islam), dan lainnya. Waahh… luar biasa yach !
Pada hari pertama masuk kuliah, teman-teman merasa tegang dan kaku menghadapi dosen. Ya seperti menghadapi dosen-dosen yang lain. Termasuk melihat beliau. Mahasiswa Pai 3 dan Ibu Fathul sepakat dengan kontrak kuliah yaitu harus turun pagi dan tepat waktu pada jam 07.30. Wah, memang ada sebagian mahasiswa yang keberatan akan hal ini. Apalagi dengan si mahasiswi yang harus mengurus rumah terlebih dahulu dan membantu orang tua sebelum berangkat kuliah ! hehe. Namun, bagaimana dengan mahasiswa yang malas bangun pagi yaa?? Hayo, ngaku?!!.. J
Memang benar apa yang dikatakan beliau. Seseorang tidak dapat berubah, tanpa adanya tekanan. Maksudnya sesuatu yang harus mau tidak mau kita lakukan sehingga yang lama kelamaan menjadi kebiasaan baik. Juga menurut para ahli mengenai teori belajar bahwa Belajar adalah keterpaksaan. Namun, hal itu akan menjadi suatu kebiasaan yang melakukannya tidak secara terpaksa lagi. Contohnya seperti tadi yaitu dengan tertekannya kita harus bangun dan turun pagi sehingga lama kelamaan kita terbiasa bangun pagi. Kebiasaan baik tersebut yakni DISIPLIN. Wah, tanpa sadar ya kita melakukan kedisiplinan!
Kemudian prinsip yang dikatakan Ibu Fathul dalam perkuliahan yaitu


1.      Datang
2.      Duduk
3.      Dengar
4.      Bicara
5.      Senyum
6.      Lulus



Uraian:
Datang-Duduk
Yang dimaksudkan di sini ialah kita senantiasa hadir dalam perkuliahan dan tepat waktu. Kehadiran siswa mempengaruhi juga sangat mempengaruhi nilai mahasiswa selain aktif dan memahami materi yang telah dipelajari. Kita hadir kuliah senantiasa dengan niat karena Allah ta’ala, ikhlas dan menuntut ilmu.
Dengar-Bicara
Dalam perkuliahan, kita tidak hanya sekedar hadir kuliah lalu pulang. Namun, kita hadir kuliah untuk mendapatkan ilmu. “Jangan Jago Kandang”, itulah yang dikatakan oleh Ibu Fathul. Mahasiswa bertanya-tanya akan maksud dari kata tersebut. Ternyata maksudnya ialah kita harus mempunyai beberapa catatan setelah mendapat ilmu dari dosen. Kenapa? Karena sifat manusia tidak terlepas dari lupa, makanya wajib bagi mempunyai catatan sebelum pulang ke rumah agar perkuliahan kita tidak menjadi sia-sia.
Kita sebagai mahasiswa pasti dituntut untuk lebih aktif dari dosen. Hal ini menjadikan mahasiswa tidak hanya cerdas tetapi juga kritis. Setiap manusia keturunan Adam dan keturunan pintar. Jadi, setiap mahasiswa adalah orang pintar! Itulah sebuah kata yang diucapkan oleh Ibu Fathul. Hal ini membuat para mahasiswa PAI 3 tergerak dan semangat untuk bersaing menjadi yang terbaik. Belum lagi hadiah  yang akan diberikan beliau yaitu siapa yang nilainya terbaik maka akan mendapatkan buku. Bukunya pun istimewa yakni karangan beliau sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa PAI 3 menjadi semangat bicara pada saat diskusi maupun pada saat menjadi moderator. Kata istimewa lagi yang dikatakan Ibu Fathul ialah “Jangan tunggu dikejar bola tapi kita yang kejar bola”. Yang maksudnya jangan menunggu dikasih nilai tapi kita yang mengejar nilai. Hal ini terjadi pada saat memulai diskusi. Beliau meminta salah satu mahasiswa untuk menjadi moderator selain pemakalah. Namun, tidak satupun mahasiswa yang mau maju untuk menjadi moderator. Kemudian, beliau mengakatan kata istimewa tersebut. Akhirnya, dengan semangat satu mahasiswa langsung berlari menuju ke depan sambil membawa kursi yang masih melekat di pantatnya. Mahasiswa ini bernama Nurul Ikhwanudin.
Manusia selalu punya ego yang selalu merasa benar sehingga kita butuh seseorang untuk mengoreksi diri untuk menjadi baik. Oleh karena itu, Ibu Fathul tidak hanya memberi kata-kata semangat, namun juga memberi kritik pada mahasiswa agar menjadi lebih baik lagi sehingga kesalahan yang dilakukan tanpa kita sadari itu tidak menjadi kebiasaan terus menerus.
Senyum-Lulus
Setelah kita sudah disiplin dan terbiasa menjadi mahasiswa yang aktif yaitu tidak hanya cerdas tapi kritis, maka kita tersenyum pada diri kita sendiri karena berhasil menjadi mahasiswa yang idam-idamkan oleh dosen. Kemudian kita lulus dengan mendapat nilai yang sempurna !!

Itulah beberapa motivasi yang kami dapatkan dari Ibu Fathul. Semoga yang membaca artikel ini  pun menjadi semangat juga melakukan perubahan menuju yang terbaik. Sesuatu akan berubah, jika kita sendiri yang mengubahnya.
Mari teriak:
SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT !! ALLAHU AKBAR !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar